contoh kasus anemia pada remaja

Sebagaicontoh, seorang remaja perempuan bisa saja mengalami perdarahan menstruasi yang berlebihan hingga berujung pada kondisi kurang darah. Di antara ketiga tipe anemia tersebut, defisiensi zat besi adalah penyebab yang paling umum dari anemia pada remaja. Remaja perempuan juga diketahui lebih rentan terkena anemia dibanding remaja laki-laki. WakilDekan FKUI bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K), MPH, dalam sambutannya mengatakan, "Kita menyadari bahwa masalah gizi pada remaja merupakan langkah awal dan langkah penting untuk mendapatkan suatu generasi emas. Remaja kita memiliki beban masalah gizi, selain anemia pada remaja putri. Prevalensianemia pada remaja cukup tinggi. Sukarjo dkk di Jawa Timur (2001) mendapatkan prevalensi sebesar 25.8% pada remaja perempuan dan 12.1% pada remaja lelaki usia 12-15 tahun, sedangkan laporan Sunarno dan Untoro (2002) pada SKRT 1995 menunjukkan angka 45.8% dan 57.1% masing-masing pada anak sekolah lelaki dan perempuan usia 10-14 tahun. DataRiskesdes Kementerian Kesehatan tahun 2013 menyatakan bahwa prevalensi anemia pada remaja cukup tinggi, mencapai 22,7 persen, sementara data Balitbangkes tahun 2015 menyebutkan rata-rata tingkat kecukupan energi dan protein remaja (72,3% dan 82,5%) paling rendah di antara kelompok usia lainnya, bahkan 52,5% remaja mengalami defisiensi energi berat Halodoc Jakarta - Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun di bawah normal. Kurangnya sel darah merah membuat pengidap anemia tampak pucat, lelah, dan lemah. Kondisi ini bisa dialami oleh kelompok usia mana pun, termasuk remaja. Apabila ibu melihat bahwa anak tampak pucat dan sering kelelahan, bisa jadi ia mengalami anemia. Sites De Rencontres Musulmans En France.

contoh kasus anemia pada remaja